Kamis, 31 Maret 2011

NIKON D3100 APA CANON 550D?



Canon dan Nikon menerapkan strategi berbeda pada produk mereka. Canon yang rajin membuat produk baru, begitu tertib dalam membuat DSLR pemula sejak EOS 300D, lalu berturut-turut muncul penerusnya yaitu 350D, 400D, 450D, 500D hingga kini 550D. Dalam waktu dekat saya yakin akan hadir 600D, 650D dst. Sementara Nikon cukup lama dalam membuat siklus produk DSLR pemula, sejak D40, D60, D3000 hingga kini D3100. Canon memilih untuk terus menaikkan resolusi sensor tiap membuat produk baru, hingga puncaknya EOS 550D yang memakai sensor APS-C dengan resolusi 18 megapiksel. Selain sensor, tidak banyak perubahan berarti antara kamera baru Canon dengan produk sebelumnya. Sedangkan Nikon yang juga awalnya sukses dengan D40 tidak banyak merubah spesifikasi para penerusnya kecuali hanya menambah resolusi menjadi 10 MP pada D60 dan memberi 11 titik AF pada D3000. Perubahan mengejutkan justru dilakukan Nikon saat membuat D3100 dimana inilah kali pertama Nikon memberi fitur full HD movie yang bisa auto fokus di kamera DSLR pemula. Sensor pun dirubah memakai CMOS beresolusi 14 MP yang bahkan lebih tinggi daripada D90/D300 yang ‘hanya’ 12 MP.

Saat ini banyak pihak yang ingin tahu lebih banyak soal pilihan mana yang lebih baik antara Canon 550Ddan Nikon D3100. Sebenarnya dengan dana 6,5 jutaan pilihan kamera pemula tidak terbatas pada kedua tipe ini semata, misalnya ada juga Pentax K-r dan Sony A33 yang sama bagusnya. Tapi memang koleksi lensa Canon dan Nikon kita tahu begitu lengkap sehingga sementara ini sistem kamera Canon dan Nikon masih belum tergoyahkan. Saya coba ulas plus minus keduanya untuk anda :
Canon EOS 550D
EOS 550D cocok untuk anda yang mencari kamera terjangkau dengan sensor beresolusi tertinggi yang pernah ada untuk keping APS-C. EOS 550D juga memanjakan mata dengan layarnya yang luar biasa tajam dengan 1 juta piksel dengan aspek rasio 3:2. Kalau anda suka kamera yang bisa merekam video HD, EOS 550D ini juga sudah mendukung resolusi 1080p dengan 30 fps (lebih baik dari EOS 500D yang hanya bisa 20 fps pada HD 1080p).

Kelebihan EOS 550D dibanding Nikon D3100 diantaranya :
• resolusi sensor lebih tinggi (18MP vs 14 MP)
• RAW 14 bit (Nikon memakai 12 bit)
• layar tajam dan resolusi tinggi
• muncul histogram saat live view
• burst sedikit lebih cepat (3.7 fps vs 3 fps)
• dukungan semua lensa Canon EF dan EF-S (bisa autofokus)
• tersedia aksesori resmi untuk battery grip
Nikon D3100
Hadir menyempurnakan D3000 yang dianggap kurang sukses, Nikon membuat kejutan dengan merubah sensor CCD 10 MP di D60/D3000 menjadi CMOS 14 MP pada D3100. Selain itu, Nikon juga menyediakan fitur live-view dan HD movie 1080p 24 fps yang bisa auto fokus saat merekam video. Namun sayangnya Nikon entah mengapa masih belum menyediakan fitur dasar berupa exposure bracketing di D3100. Selain itu D3100 juga tidak menyediakan motor AF sehingga lensa Nikon lama (non AF-S) tidak bisa auto fokus. Tapi apapun itu, D3100 dianggap sebagai DSLR pemula terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon.

Kelebihan D3100 dibanding 550D diantaranya :
• titik AF yang lebih banyak (11 titik vs 9 titik)
• ada fitur 3D tracking AF
• kemampuan auto fokus saat merekam video
• ergonomi yang lebih baik
• GUIDE mode untuk membantu pemula
• ada tuas khusus untuk berganti mode cepat (continuous shooting, self timer dsb)
Bila anda masih merasa bingung dalam memilih, rasanya cukup wajar mengingat keduanya memang sudah sangat baik untuk ukuran pemula. Apalagi spesifikasi keduanya hampir sama, seperti :
• sama-sama bisa merekam HD video 1080p
• sama-sama memakai sensor CMOS ukuran APS-C
• kemampuan ISO yang sama (max ISO 6400 bahkan bisa ISO 12800)
• viewfinder yang sama (pentamirror, 95% coverage)
• kemampuan shutter yang sama (max. 1/4000 detik)
• flash sync yang sama (1/200 detik), daya sama (GN13)
• sama-sama punya fitur peningkat dynamic range
Sedikit saran dari saya, kita tidak perlu terjebak oleh angka dalam spesifikasi. Resolusi 18 MP misalnya, dalam kenyataan di lapangan tidak banyak memberi perbedaan signifikan bila dibanding sensor 14 MP. Demikian juga dengan burst 3,7 fps dibanding 3 fps misalnya. Untuk memilih dengan yakin, akan lebih baik bila anda memikirkan rencana sistem kamera ke depan (lensa, lampu kilat, aksesori lainnya) dan juga luangkan waktu mendownload sampel foto dari situs review luar negeri. Jadi semestinya anda tak perlu bimbang dalam memilih, lagipula apapun kameranya asal digunakan dengan tepat dan mengerti keterbatasannya, maka kita bisa menghasilkan foto dan video yang indah.

Rabu, 30 Maret 2011

TIPS N SARAN UNTUK MEMBUAT FOTO YANG BAIK



1. Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.

2. Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.

3. Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.

4. Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.
Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.
Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.

5. Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya. Jika Anda mengambil foto, saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.

6. Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor. Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang. Jika mengambil gambar gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitz kamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

7. Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.
Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari

8. Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitz kamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.



Sekarang Anda sudah siap untuk mengambil foto sahabat, anggota keluarga atau pasangan Anda dengan hasil yang lebih baik bahkan bisa menyamai hasil dari fotografer profesional. Selamat memotret!