Minggu, 22 Mei 2011

Pentax Optio WG-1 Dan WG-1 GPS, Kamera Para Petualang



Pentax Optio WG-1 memiliki sensor sebesar 14 megapixel yang tahan air dengan kedalaman hingga 33 kaki (sekitar 10 meter), tahan getar dan memiliki disain mampu menahan hingga 5 kaki (sekitar 1,5 meter), dan bahkan dengan konstruksi terbarunya, mampu menahan tekanan berat hingga 220 pound (sekitar 100 kilogram).

Untuk fitur menarik yang dimiliki Pentax Optio WG-1, memiliki mode Enhanced Digital Mikroskop yang menawarkan pilihan lima macam LED makro sebagai penerangan makro yang sangat baik, ditambah dengan dudukan makro yang dapat dilepas-pasang untuk menangkap gambar dengan kokoh. Fitur dengan teknologi Face Detection, Smile Capture, dan Blink Deteksi yang memudahkan pengguna untuk dalam menangkap momen, termauk modus Assist yang berguna saat pengambilan diri sendiri secara sempurna.

Untuk seri Optio WG-1 GPS, merupakan seri Pentax Optio WG-1 dengan tambahan fitur GPS yang memungkinkan pencatatan lokasi saat mengabadikan moment dengan aplikasi geo-tagging yang dapat dihubungan dengan data melalui PC berbasis lokasi/peta.

Pentax Optio WG-1 mampu bertahan pada suhu minus derajat celcius, dengan perbesaran zoom optik 5x (setara 28-140mm). Pada sisi kenyamanan, Optio WG-1 menggunakan layar LCD sebesar 2,7 inci dengan rasio aspek 16:9 yang menggunakan lapisan anti-reflektif. Untuk video, Optio WG-1 mampu menangkap dengan kemampuan 720p HD pada 30 frame per detik dan memiliki sebuah port HDMI yang memudahkan pengguna dalam menampilkan hasil video. Pentax Optio WG-1 juga kompatibel dengan Remote Control WP yang tahan air.

Fitur-fitur baru dan perbaikan pada PENTAX Optio WG-1 meliputi:
• sensor 14 megapiksel.
• Waterproof untuk 33 kaki.
• shockproof, desain ruggedized untuk menahan jatuh hingga 5 kaki.
• * Konstruksi baru crushproof untuk menahan berat memaksa hingga 220 pound (100kgf kilogram-force).
• Enhanced Digital Mikroskop modus yang menawarkan lima LED makro untuk penerangan makro yang sangat baik ditambah berdiri makro dilepas untuk menangkap mantap.
Cepat • teknologi Face Detection, Smile Capture, dan Blink Deteksi untuk potret termasuk modus Assist berguna Self-Portrait baru sempurna untuk facebooking dan kegiatan jaringan sosial.
• Tersedia dengan dan tanpa GPS, WG-1 GPS trek * fungsionalitas dan mencatat data posisi perekaman dengan gambar untuk aplikasi geo-tagging sehingga mudah bagi pengguna untuk memeriksa lokasi penembakan gambar dan link data dengan peta berbasis PC.
* Diukur bawah standar pengujian PENTAX-asli .** GPS disertakan hanya pada model-1 GPS WG pilih.
Penting lainnya WG-1 Fitur meliputi:
• Coldproof untuk temps sub-beku minus 10 derajat C (14 derajat F).
• perlindungan tahan debu kering, lingkungan berdebu.
• Wide sudut internal 5X zoom optik lensa (setara 28-140mm).
• Large LCD 2,7 inci memiliki rasio aspek 16:9 sudut lebar dengan lapisan anti-reflektif.
• Video tangkap di layar lebar 720p HD pada 30 frame per detik.
• Melacak dan Pixel Digital Shake Reduction memastikan tajam, gambar bebas blur.
• Sebuah autofocus membantu lampu membantu dengan cepat dan akurat fokus, bahkan dalam menantang pencahayaan.
• Port HDMI untuk bermain kembali indah, gambar dan video definisi tinggi pada HDTV.
• Infrared remote control kompatibilitas dengan Remote Control WP tahan air, serta PENTAX lainnya inframerah remote.
• Dirancang dengan tampilan peralatan mountaineering, yang Optios baru termasuk tali web kain tenunan dengan aksen warna komplementer lengkap dengan carabiner untuk melampirkan kamera ke ransel dan perlengkapan outdoor lainnya.
• Eye-Fi SD konektivitas nirkabel kartu memori untuk built-in kemampuan Wi-Fi untuk mentransfer foto dan video dari kamera ke komputer atau situs berbagi online (kartu Eye-fi dijual terpisah.)

Flash Canon Speedlite 320EX dan 270EX II


Flash internal sering kurang memadai untuk memotret dalam ruangan, namun banyak fotografer pemula yang malas memiliki flash external karena alasan berat. Canon merilis dua flash baru mereka yang relatif mungil dan ringan, yaitu Speedlite 320EX & 270EX II. Speedlite 270 EX II merupakan update untuk menggantikan Speedlite 270EX yang sebenarnya masih relatif baru, sementara Speedlite 320EX merupakan model flash baru dengan beberapa fitur tambahan yang berguna. Kedua flash ini memang dirilis untuk target pasar yang berbeda. Dengan harga US$ 169.99, bagi Anda yang menginginkan Flash dengan power yang tidak begitu besar dan membutuhkan portabilitas ekstra, Speedlite 270EX II merupakan pilihan yang tepat untuk Anda. Namun apabila Anda menginginkan kebebasan untuk mengatur flash sendiri serta telah mendukung video mode, Speedlite 320EX dengan harga US$ 249.99 adalah satu-satunya pilihan saat ini.
Canon Speedlite 270EX II
Flash saku ini memiliki bentuk yang kecil dengan power Guide Number (GN) 27 (m pada ISO 100) yang memberikan kecepatan, sunyi saat pengisian daya saat melakukan pengambilan gambar. Flash ini dapat disetting secara manual, dan dapat memberikan efek bounce pada kepala zoom untuk memberikan distribusi cahaya sekitarnya. Dapat berfungsi secara off-kamera, dan disetting melalui timer selama 2 detik secara nirkabel melalui kamera.
Sekilas fitur utama dari Speedlite 270EX II:
* Lightweight compact design
* Guide Number 27 (m, ISO100)
* Bounce flash head
* Wireless slave function for off-camera flash
* Trigger your EOS camera with Remote Release button
* Variable angle of coverage
* Fast, silent recycling
Canon Speedlite 320EX
Flash yang menawarkan fungsionalitas tambahan, diperuntukkan untuk fotografer amatir dan profesional sebagai flash pendukung. Menghadirkan power GN 32 (m pada ISO 100), dan dapat dilakuakn perubahan cakupan flash dari 24mm hingga 50mm secara manual. Kepala flash dapat diputar untuk melakukan bouncing. Flash ini dapat dikendalikan oleh unit master melalui salah satu dari empat saluran, juga dapat dilakukan pengontrolan kekuatan sesuai masing-masing grup. Terdapat fitur Remote Release untuk memudahkan pengguna dalam men-trigger kamera dari lampu flash. Flash ini juga disertai fitur Lampu Video yang dapat menerangi secara terus menerus saat dilakukan pengambilan video HD
Sekilas fitur yang ada pada Speedlite 320EX:
* Guide Number 32 (m, ISO100)
* Compact lightweight design
* Bounce-and-swivel flash head, with 24mm and 50mm manual zoom settings
* Integrated LED video light
* Wireless slave for off-camera TTL flash
* Remote Release button
* Fast, silent recycling

Jumat, 20 Mei 2011

Canon EOS 1100D Penerus Canon EOS 1000D, Kamera DSLR dengan Ragam Warna


Setelah sekian lama mempertahankan Canon EOS 1000D sebagai kamera DSLR di entry level termurah mereka, Canon akhirnya memperkenalkan penerus dari EOS 1000D yaitu Canon EOS 1100D. Beberapa peningkatan fitur telah dimilikinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan fotografi pengguna pemula.
Dari segi bodi, nyaris tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan 1000D. Canon terus berupaya melakukan penetrasi di kelas entry level dengan memperkenalkan EOS 1100D yang hadir dengan empat warna menarik. Namun dari segi fitur, EOS 1100D mengalami banyak peningkatan dan penambahan fitur baru. Untuk resolusi, EOS 1100D sekarang dilengkapi sensor 12 megapixel, lebih besar dibanding EOS 1000D yang memiliki resolusi maksimum 10 megapixel. Perubahan juga terjadi pada prosesor yang digunakan. Dengan prosesor DIGIC 4, performa EOS 1100D akan lebih cepat dibandingkan EOS 1000D yang masih dilengkapi prosesor DIGIC 3. Untuk layar LCD, EOS 1100D masih berbagi layar LCD 2,7 inci yang digunakan di EOS 1000D. Selain itu dari sistem fokusing lensa tidak ketinggalan juga ditingkatkan oleh Canon, fitur 9 point titik autofokus dan sistem metering iFCL yang sama dengan 7D disematkan pada kamera ini menggantikan fitur 7 point titik autofokus milik EOS 1000D. Fitur lain yang ditambahkan juga adanya fitur “basic +” yang sama dengan 60D, namun tentunya fitur “basic +” pada kamera ini lebih disederhanakan sehingga bagi Anda yang belum menguasai benar teknik fotografi pun bisa dengan mudah mengoperasikannya.
Tidak mau ketinggalan dengan trend videografi melalui kamera DSLR yang sedang ramai di pasaran saat ini, Canon dengan berbaik hati menambahkan EOS 1100D ini dengan fitur merekam video dalam format HD 720p, lebih kecil memang mengingat kemampuan video DSLR yang ada sekarang ini telah mendukung format FULL HD 1080p, namun hal itu sudah lebih dari cukup bagi Anda yang sekedar ingin belajar dan mencoba-coba untuk masuk ke dunia videografi DSLR.
Menurut rencana, EOS 1100D akan dijual dengan versi terbaru dari 18-55mm II IS atau dengan upgrade dari 18-55mm III non IS. Tapi apapun lensa yang disertakan dalam paketnya, kamera ini akan tetap mempertahankan posisi terbawah kelas entry level camera Canon dengan fitur yang sederhana namun sesuai dengan trend pasar saat ini, sehingga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang baru ingin masuk ke dunia fotografi namun belum mau berinvestasi terlalu banyak.

Sekilas fitur yang dimiliki Canon EOS 1100D:
* Resolusi12-megapixel
* On-screen Feature Guide
* Creative Auto dan Basic+
* Merekam video HD
* ISO 100-6400
* Wide-area 9-point AF system
* 63-zone iFCL exposure metering
* 6.8cm (2.7”), 230,000-dot screen
* Dapat digunakan dengan semua lensa EF dan lensa EF-S

Kamis, 19 Mei 2011

Canon EOS 600D


Canon kembali menghadirkan kamera DSLR terbarunya di kelas entry level, Canon EOS 600D, dimana kehadirannya untuk menambah jajaran kelas sebelumnya seperti 550D, 500D dan 450D
Canon EOS 600D memiliki rentang ISO 100-6400 yang dapat diperluas hingga ISO 12800. EOS 600D memungkinkan pengambilan gambar kecepatan tinggi sebesar 3,7 frame per detik (fps). Dengan penggunaan sistem 9 titik Auto Fokus yang dapat melacak subjek menjadi lebih mudah, bahkan menjadi fokus lebih akurat dengan kehadiran Sensor AF ekstra-sensitif sentral
Canon EOS 600D menggunakan layar sebesar 3 inci dengan kemudahan Vari-Angle Clear yang menawarkan resolusi sekitar 1,04 juta titik yang memudahkan pengguna dalam menangkap sudut pandang. Layar filps out 175 derajat yang dapat diputar ke depan 90 derajat dan 180 derajat ke belakang, memungkinkan pengguna dapat melihat dari sudut rendah ataupun berbagai sudut yang tidak biasa dilakukan pengguna.
Canon EOS 600D menyediakan beberapa pilihan filter efek untuk menjadikan hasil foto menjadi lebih menarik ke gambar RAW dan semua gambar JPEG. Fitur filter dapat diterapkan setelah pengguna melakukan pengambilan gambar dan menerapkan filter yang berbeda untuk gambar yang sama dengan beberapa pilihan efek, seperti :
• Efek Fish-Eye : Efek dengan barrel distortion berbentuk mirip dengan lensa mata ikan. Efeknya dapat disesuaikan tergantung pada tingkat distorsi, akan terjadi pemotongan pada sisi tepian foto.
• Grainy B/W : Efek memberi nuansa kasar serta foto hitam-putih. Efeknya dapat ditekankan dengan menyesuaikan kontras.
• Soft Fokus: Efek yang menghasilkan foto yang lembut. Hal ini dapat ditingkatkan dengan menyesuaikan kekaburan foto.
• Efek Toy Camera : Efek warna dengan merubah menjadi khas kamera mainan dan keempat sudut akan menjadi gelap. Gambar terlihat lebih lembut dengan bentuk yang kasar. Perubahan dapat dilakukan pada warna agar mendapat kesan lebih dingin atau hangat.
• Efek Miniatur : Pengguna dapat mengatur hasil foto untuk membuat bagian dari gambar terlihat tajam. Orientasi (vertikal atau horisontal) dari daerah tersebut dapat diubah dengan menekan tombol INFO.
Kemudahannya pengambilan berbagai angle yang sangat memberikan kemudahan penggunanya dalam mengambil momen pada layar sebesar 3 inci, 5 filter kreatif yang mampu menghadirkan foto yang lebih menarik, hingga fitur built-in wireless flash transmitter sebagai kamera DSLR entry level pertama merupakan beberapa keunggulan dari Canon EOS 600D
Canon EOS 600D tersedia dengan warna hitam dengan harga 8 juta rupiah (body only), dengan lensa 18-55 mm IS II seharga Rp 9.250.000,- dan dengan lensa 18-135mm IS seharga RP 11.750.000,-.

Spesifikasi Utama Canon EOS 600D
- 18-megapixel CMOS sensor
- Scene Intelligent Auto mode
- Full-HD EOS Movie
- On-screen Feature Guide
- 3.7fps continuous shooting
- Wide-area 9-point AF
- 1,040k-dot vari-angle 7.7cm (3.0”) screen
- Basic+ and Creative Filters
- Built-in wireless flash control

Senin, 09 Mei 2011

Teknis Fotografi & Fungsinya

Fotografi bukan segalanya tentang kamera. Dikatakan bahwa fotografi adalah seni bermain dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya, maka mustahil fotografi itu ada. Menghasilkan sebuah gambar yang bagus, harus memiliki visi yang kuat dalam hal ‘melihat’. Memperhatikan cahaya, komposisi dan momen adalah hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam membuat foto yang dapat dikategorikan ‘bagus’.

Namun, sepertinya mustahil dapat menghasilkan foto seperti itu jika tidak mengenal dan memahami dari masing-masing teknis fotografi dasar. Fotografi memang bukan segalanya tentang kamera, namun kamera adalah alat untuk menyalurkan visi kita itu. Maka, sekiranya perlu mengenal dan memahami bagaimana kamera bekerja.

Tugas utama dari kamera adalah mengatur intensitas cahaya yang masuk dan pada akhirnya mengenai film/sensor (selanjutnya saya sebut medium). Apabila, kamera mengizinkan terlalu banyak cahaya yang masuk maka medium akan terbakar (overexposed). Dan sebaliknya. Bagaimana agar cahaya yang masuk itu tidak berlebih dan tidak kurang, atau dengan kata lain ‘pas’. Berikut saya jabarkan satu-satu.

Aperture
Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka. Fungsi ini lebih tepatnya terletak pada lensa. Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar.

Penulisan Aperture yang benar adalah f/x. Sehingga apabila dikatakan nilai Aperture-nya adalah 5.6, maka penulisan yang benar adalah f/5.6. Jadi jangan bingung apabila ada yang bilang bahwa bukaan lensa 2.8 lebih besar dari bukaan lensa 5.6. Karena kalau secara penulisan matematisnya memang benar khan? (f/2.8>f/5.6) Tapi kebanyakan kita malas untuk bilang f/2.8 atau f/5.6, karena kita orangnya simpel sih…

Efek Samping dari Aperture
Seperti obat batuk yang memiliki efek samping, begitu juga dengan aperture. Efek sampingnya adalah semakin besar bukaan lensa, maka akan semakin kecil daerah fokusnya. Dan sebaliknya. Daerah fokus inilah yang biasa dikenal dengan DOF (Depth of Field).

Shutter Speed
Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar.

Penulisan shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah foto menggunkanan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik.

Senin, 25 April 2011

EOS 550D, RESOLUSI TINGGI DI KELAS MENENGAH



Untuk mempertahankan tahtanya sebagai produsen kamera dengan pangsa pasar terbesar, Canon meluncurkan EOS 550D untuk menggantikan posisi EOS 500D. Sebagai DSLR kelas menengah, yang berada satu kelas di atas DSLR entry level, kamera tersebut ditawarkan dengan harga yang kompetitif. Apalagi, saat dilihat dari spesifikasinya, fitur yang ditawarkan EOS 550D hampir mirip dengan EOS 7D. Padahal, harga EOS 7D hampir dua kalinya. Akan tetapi, kedua kamera tersebut memiliki konsep pengoperasian yang jauh berbeda karena keduanya bermain di kelas yang berbeda pula.

Dibandingkan dengan pendahulunya, desain bodi EOS 550D tidak banyak me­ngalami perubahan. Canon hanya menambahkan tombol baru untuk perekam video sebagai satu-satunya perubahan pada desain bodi. Rupanya, Ca­non lebih menitikbe­ratkan pada sisi dalam kamera sehingga kamera baru tersebut dapat bersaing dengan para kompetitor di kelasnya.


Fitur Meningkat Tajam

Karena para kompetitornya sudah lebih dulu menawarkan sebuah DSLR kelas mene­ngah yang sarat dengan feature, Canon memutuskan untuk meluncurkan pesaing baru dengan spesifikasi sangat tinggi.

Perubahan pertama dilakukan de­ngan meningkatkan resolusi EOS 550D menjadi 18,7 Megapixel. Resolusinya menjadi yang tertingggi di kelasnya. Untuk menampilkan hasilnya, digunakan layar LCD 3,0 inci beresolusi 1.040.000 Pixel. Pendahulunya sudah menggunakan jenis yang sama. Namun, Canon melakukan perubahan format LCD menjadi 3:2 pada EOS 550D. Dengan format baru tersebut, LCD kamera dapat menampilkan gambar secara utuh karena sensor kamera juga menggunakan format yang sama. Hal tersebut menguntungkan saat kamera sedang menjalankan mode Live View atau perekam video.


Namun, perbaikan yang patut diperhitungkan pada EOS 550D terletak pada sistem meteringnya. Kamera tersebut sudah menggunakan sistem metering bertek­nologi iFCL berjumlah 63-titik sensor yang mulai diperkenalkan di EOS 7D. Teknologi metering tersebut menggunakan semua sensor fokus, tonal warna, dan kualitas cahaya sebagai referensi pengukuran pencahayaan. Karena itu, hasil pengukuran pencahayaan menjadi lebih akurat dan konsisten. Bahkan, saat digunakan pada situasi backlight, pen­cahayaan yang dihasilkan relatif baik.

Yang terasa lebih istimewa, EOS 550D juga mempunyai cakupan nilai kompensasi pencahayaan yang jauh lebih luas. Pada umumnya, kamera hanya memiliki pilihan kompensasi dari -2 EV samapi +2EV. Pada EOS 550D, cakupan nilai kompensasi pencahayaan diperluas dari -5EV sampai +5EV. Hanya saja, nilai baru tersebut bisa dilihat hanya di LCD. Di viewfinder, parameter nilainya tetap dari -2 EV sampai +2 EV. De­ngan cakupan nilai kompensasi yang lebih luas, Anda tidak perlu lagi harus pindah ke mode pemotretan manual di saat harus melakukan kompensasi pencahayaan secara ekstrem saat di situasi berkontras tinggi. Dengan demikian, pemotretan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan nyaman.

Yang benar-benar baru dari EOS 550D adalah baterainya. EOS 550D menggunakan baterai tipe BP-E8. Secara otomatis, battery grip pun harus menggunakan tipe yang baru, BG-E8. Dalam pengujian di lapangan, baterai tersebut memiliki performa yang terbilang baik. Ba­terai dapat digunakan untuk melakukan lebih dari 600 pemotretan.

Bodi EOS 550D dan lensa EF-S 18-135 mm merupakan pasangan yang fleksibel untuk digunakan dalam banyak situasi. Keduanya pun mampu menunjukkan hasil yang nyaris sempurna saat digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas sehari-hari di sekeliling kita.

Untuk mengetahui secara lebih jauh performa EOS 550D, CHIP Foto Video telah menampilkan hasilnya di Majalah CHIP Foto Video Edisi 05/2010

Selasa, 19 April 2011

NIKON D300s vs CANON EOS 7D



Bila kita bicara tentang perseteruan dua raksasa di dunia DSLR, maka fokus bahasan kita tak bisa lepas dari kompetisi dua papan atas Canon vs Nikon. Keduanya punya sejarah panjang di dunia fotografi, punya koleksi lensa yang lengkap dan punya dua kelompok kelas DSLR yaitu kelas sensor APS-C dan sensor full frame. Kamera DSLR bersensor APS-C sendiri biasa dikenal sebagai DSLR crop-sensor karena ukuran sensornya yang lebih kecil dari ukuran film 35mm, menyebabkan lensa yang terpasang mengalami koreksi fokal (crop factor). Nah, bicara soal DSLR APS-C, kita mengenal DSLR paling basic sampai paling canggih, mulai dari harga 5 juta hingga 20 juta. Kali ini saya coba ulas pertarungan dua DSLR paling bergengsi, paling canggih dan paling panas di kelas DSLR APS-C.

Nikon D300s mungkin cuma menambah fitur HD movie pada produk lamanya D300 (tanpa huruf s), tapi D300s tetaplah menjadi DSLR Nikon tercanggih di kelas APS-C. Kamera semi-pro ini punya keunggulan di jumlah titik AF yang mencapai 51 titik, dan di seri D300s ini kini sudah dilengkapi dengan dual memory card. Di lain pihak, Canon EOS 7D merupakan kejutan dari Canon setelah mereka dianggap kurang sukses dengan EOS 50D-nya. EOS 7D menjadi DSLR APS-C dengan resolusi tertinggi sepanjang sejarah dengan 18 MP (atau 50% lebih tinggi dari Nikon D300s yang ‘cuma’ 12 MP) dan EOS 7D memperbaiki kekurangan utama di 50D dalam urusan titik fokus (dari 9 titik menjadi 19 titik AF).

Baik D300s ataaupun EOS 7D sama-sama kamera kelas atas yang berbodi magnesium alloy, tangguh untuk dipakai outdoor dan punya 100% viewfinder coverage. Dari luar, keduanya pun tampak mirip dengan layar LCD 3 inci beresolusi tinggi, tampak atas keduanya memiliki top LCD, dan saat melihat jeroannya pun kedua kamera ini punya banyak kesamaan. Unit shutter keduanya teruji hingga 150.000 kali jepret, sementara keduanya mampu mendukung wireless flash, plus dilengkapi fitur virtual horizon. Soal kinerja, keduanya memang pekerja cepat dengan kemampuan 7 fps. Meski keduanya mampu dipakai hingga ISO 6400 (bahkan 7D mampu hingga ISO 12800), namun sensor APS-C sendiri menurut saya memiliki batas aman di ISO 3200 saja.

Perbedaan mendasar antara keduanya hanyaalah dalam hal-hal minor. Sensor CMOS dari EOS 7D yang dijelali 18 juta piksel mungkin akan jadi kelebihan atau bisa jadi kekurangan dari kamera Canon ini. Bila kebutuhan akan resolusi ekstra tinggi begitu besar, maka 7D ini cocok dipilih daripada membeli DSLR full frame 24 MP yang lebih mahal. EOS 7D juga lebih cepat dengan 8 fps, bahkan saat memakai file format RAW 14-bit. Belum lagi pilihan akan resolusi HD video (1080i atau 720p) dan pilihan frame rate (30 atau 24 fps), sementara Nikon D300s hanya menyediakan 720p 24 fps saja. EOS 7D juga menyediakan histogram saat mode live-view yang berguna untuk mengevaluasi eksposure.

Nikon D300s unggul dalam keleluasaan dual slot memori untuk back-up dan manage data foto. Kita juga bisa menentukan file RAW disimpan di memori pertama dan file JPEG disimpan di memori kedua, secara bersamaan. D300s juga punya banyak titik AF (51 titik) meski EOS 7D memperkenalkan zone AF di 19 titiknya. D300s juga punya fitur unik yaitu memotret dengan senyap dengan suara cermin yang pelan (quiet shutter release).

Artikel ini ditulis hanya untuk memberi gambaran kesamaaan dan perbedaan antara dua kamera DSLR kelas elit dari Nikon dan Canon, dan bukan dimaksudkan sebagai panduan untuk membeli kamera DSLR kelas semi-profesional. Alasannya adalah karena mereka yang memilih DSLR seharga 20 jutaan seperti ini tentu adalahlah para fotografer serius yang sudah sangat mengerti apa yang akan mereka pilih, dan juga mereka telah memiliki sistem lengkap seperti lensa dan lampu kilat yang satu merk. Tapi seandainya diantara pembaca ada yang sedang bimbang akan memilih EOS 7D atau Nikon D300s, percayalah, kamera manapun yang anda pilih akan membuat anda puas dan ketagihan memotret….